Home Aturan Akademik Pengisian KRS
Pengisian KRS
  1. Mahasiswa mengisi KRS secara online melalui sistem Sintesis pada situs resmi FEB-UGM pada periode masa yang diumumkan resmi.
  2. Mahasiswa mengambil mata kuliah berdasarkan pedoman yang diterbitkan resmi oleh Pengurus Jurusan selaku pengelola Prodi Sarjana dan, atau saran dari Dosen Pembimbing Akademik.
  3. Jumlah SKS (satuan kredit semester) maksimal yang dapat diambil mahasiswa di setiap semester diatur berdasarkan besaran IPK (Indeks Prestasi ) semester sebelumnya:
    • 24 (duapuluhempat) SKS untuk IP 3,75 ke atas.
    • 21 (duapuluhsatu) SKS untuk IP 2,75 sampai dengan 3,74
    • 18 (delapanbelas) SKS untuk IP 2,00 sampai dengan 2,74
    • 15 (limabelas) SKS untuk IP 1,99 ke bawah
  4. Jumlah SKS (satuan kredit semester) minimal yang wajib diambil mahasiswa di  setiap semester adalah 15 (limabelas) SKS, kecuali pada: (1) mahasiswa yang sedang mengambil skripsi, dan, atau (2) mahasiswa yang sudah lulus semua atau sebagian besar mata kuliah teori.
  5. Mahasiswa mendapatkan jaminan sepenuhnya untuk mendapatkan kursi pada pilihan mata kuliah yang memang ditawarkan pada semester bersangkutan.
  6. Dalam hal kelas yang tersedia sudah penuh, mahasiswa diminta mendaftarkan diri secara resmi pada daftar tunggu yang disediakan Kantor Akademik. Selanjutnya Pengurus Jurusan akan melakukan penambahan kuota kelas atau pembentukan kelas baru tambahan untuk mata kuliah bersangkutan.
  7. Mahasiswa yang kehabisan kuota kelas dan kebetulan masih tinggal di luarkota, dapat mengurus kursi kelas pada saat masa edit KRS.
  8. Mahasiswa dapat merevisi pilihan mata kuliah yang telah diambil pada masa edit pengisian KRS yang telah ditentukan.
  9. Mahasiswa dilarang keras melakukan praktek jual beli hak pendaftaran atas sebuah mata kuliah dengan kuota kelas terbatas kepada mahasiswa lain yang benar-benar membutuhkan. Mahasiswa yang terbukti secara sadar melanggar ketentuan ini akan diberi sanksi seberat-beratnya.
  10. Pada masa pengisian atau masa edit pengisian KRS, mahasiswa diwajibkan untuk menghadap Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dengan masa mulai 30 (tigapuluh) hari sebelum jadwal pengisian KRS dibuka Kantor Akademik sampai dengan 30 (tigapuluh) hari seusai jadwal pengisian KRS.
  11. Mahasiswa bisa melihat jadwal konsultasi Dosen Pembimbing Akademik masing-masing di Sintesis.
  12. Pertemuan dengan DPA bertujuan untuk pelaporan daftar matakuliah yang diambil dan menjelaskan perkembangan studinya.
  13. Mahasiswa yang tidak menghadap ke DPA masing-masing sampai dengan masa 30 (tigapuluh) hari seusai jadwal pengisian KRS berakhir, akun sintesis mahasiswa bersangkutan otomatis akan terblokir.
  14. Pada saat menghadap Dosen Pembimbing Akademik (DPA), mahasiswa diwajibkan membawa print-out lembar Kartu Hasil Studi semester sebelumnya dan Kartu Rencana Studi semester berjalan untuk kemudian ditandatangani oleh DPA sebagai bukti kegiatan pelaporan. Kartu Hasil Studi tersebut kemudian dikumpulkan pada Kantor Akademik.
  15. Mahasiswa berhak mendapatkan layanan konseling dari Dosen Pembimbing Akademik mengenai pilihan mata kuliah dan solusi atas permasalahan studi yang dihadapi.
  16. Selama masa edit pengisian KRS belum berakhir, Dosen Pembimbing Akademik dapat merekomendasikan pembatalan pilihan mata kuliah yang diambil mahasiswa pada suatu semester didasarkan pertimbangan bahwa kesalahan pengambilan mata kualiah tersebut akan merugikan perjalanan studi mahasiswa bersangkutan.
  17. Seusai masa edit KRS, semua mata kuliah yang sudah dipilih tidak dapat lagi didrop atau diganti dengan alasan apapun, nilai yang diperoleh mahasiswa untuk mata kuliah tersebut akan menjadi materi perhitungan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).
  18. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah melebihi jatah kurikulum yakni 144 SKS, mata  kuliah bersangkutan tidak dapat didrop dengan alasan apapun, nilai yang diperoleh mahasiswa untuk mata kuliah tersebut akan menjadi materi perhitungan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).
  19. Mahasiswa yang ingin mengambil mata kuliah tambahan di luar jatah kurikulum 144 SKS, disarankan untuk menggunakan jalur seat-in.
 
manajemen